Pada hari ini kegiatan kelas X diisi dengan dengan narasumber dari Universitas Bunda Mulia, Ibu Sherly, M. Psi, Psikolog, yang membahas berbagai tantangan yang umum dialami remaja dalam proses pencarian jati diri. Materi diawali dengan pemahaman mengenai masa remaja sebagai fase penting pembentukan identitas, di mana siswa mulai mengenali potensi, minat, serta tujuan hidupnya.
Seminar juga mengupas tentang stres, penyebabnya, dampaknya terhadap kesehatan mental, serta cara mengelolanya secara sehat. Peserta diajak memahami bahwa stres merupakan bagian alami dari kehidupan, namun perlu diatasi dengan baik agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius.

Selain itu, narasumber menjelaskan fenomena Quarter Life Crisis (QLC), yaitu kondisi ketika seseorang merasa bingung, cemas, atau khawatir terhadap masa depan, pilihan pendidikan, karier, maupun pencapaian hidup. Siswa diberikan pemahaman bahwa kebingungan dalam menentukan arah hidup merupakan hal yang wajar dan dapat dihadapi melalui proses mengenal diri, mengembangkan potensi, serta membangun pola pikir yang positif.
Materi juga membahas pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental, termasuk fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Peserta diajak untuk menggunakan media sosial secara bijak, fokus pada perkembangan diri, dan tidak menjadikan pengakuan di dunia maya sebagai ukuran nilai diri.
Sebagai penutup, narasumber memberikan berbagai strategi untuk menjaga kesehatan mental, seperti menerapkan pola hidup sehat, melatih mindfulness, mengembangkan kemampuan mengelola emosi, membangun resiliensi, serta terus mengasah keterampilan dan potensi diri. Seminar ini diharapkan dapat membantu siswa menjadi remaja yang lebih tangguh, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


